Tuhan mempertemuan kita bukan tanpa syarat
Sudah menjadi takdirku
Dipertemukan dengan orang sepertimu
Aku kalut, pikiranku tak tentu
Keraguan yang aku pupuk pada awalnya
Menjadi cambuk dipersimpangan
Lorong yang harusnya kita lewati bersama
Detik ini menjadi rawa yang tak ingin sekalipun ku lihat
Kemudian aku yakin
Cinta tidak serta-merta
Cinta bukan sekedar hati yang merasa benar
Aku tidak bermaksud mengutuk
Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
Sisi yang paling baik untuk dicermati
Biarlah untuk saat ini hanya bayanganmu saja yang tersisa
Tetapi jika takdir menjawab, nanti suatu hari
Kamu dikembalikan
Akan ku kaji ulang bagaimana bisa aku menerimamu kembali
Dengan luka yang kau tinggalkan sekarang
Sepertinya aku salah menitipkan cinta
Aku tidak cukup kuat
Tetapi tidak sepenuhnya lemah
Aku juga baru sadar
Risiko mencintai itu besar
Menahan rasa sakit tanpa tahu bagaimana caranya membalas
Dan memang tidak perlu ada pembalasan
Dalam sebagian munajah
Aku meyakini satu hal
Dia tidak akan mengambilmu dariku
Tanpa menggantikanmu dengan orang yang jauh lebih baik
Aku harus mundur
Jangan perlakukan pilihanmu sepertiku
Maaf, aku tidak bisa memberimu lebih
Rupanya Semesta tidak merestui
Datanglah jika aku adalah rusukmu yang tak genap
Akan ku genapi
Akan aku lengkapi
Lakukan peranmu sendiri, aku pun iya
Kamu hanya dipinjamkan
Bukan sebuah kepemilikan
Surabaya, 22 Desember 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar